|
KESETIAAN
PUISI PADA KATA-KATA
Sastera
adalah seni yang menggunakan bahasa sebagai media atau sarananya. Di
samping seni bermediakan bahasa, ada cabang kesenian lain yang menggunakan
sarana yang berbeda. Seni lukis sarananya garis dan warna, seni tari gerak,
seni muzik, nada dan irama. Media atau sarana inilah yang membedakan
cabang kesenian yang satu dengan cabang kesenian yang lain. [Teks
Penuh]
Kritik
Sastra Pengingkar Teks
Oleh
Raya Dewi
PARA
sastrawan yang baik sebenarnya tak ingin memesan
kritik.
Begitu pun sebaliknya,
para kritikus yang baik
tak
ingin memesan sastra. Mereka seharusnya saling bersikukuh menjaga jarak,
tak ingin 'bersekongkol' dan selalu kritis pada visi dan objek wilayahnya
masing-masing. Mereka bekerja dalam kesendiriannya masing-masing secara
fisik dan mental, mungkin dengan impresi
romantik yang terasa 'sakral' dan intens.Mereka juga tampak ingin
mengambil jarak tertentu dari
wilayah realitas dan publiknya, kemudian diam-diam yakin benar hasil
kerjanya optimal sehingga dengan sendirinya akan menggetarkan pembaca
karena memberikan 'sesuatu'
yang mencerahkan dan bermakna.
[Teks
Penuh]
Sajak
M A W A R
memandang
mawar
bagaimana
jika kulihat baunya
bukan
warnaya
meramas
mawar
bagaimana
jika kuriba bisanya
bukan
utuh duri di tangkainya
menikmati
mawar
bagaimana
jika kutemui lebur angan
bukan
indah panorama gambaran semata-mata
di
hadapanku asli mawar
yang
dilingkar cahaya
berakar
di kalbu
bungkam
angan
menyatu
ayu
HASYUDA
ABADI,
Kota
Kinabalu,
26
September 2003.
KUPU
KUPU YANG
DITINGGALKAN
PASANGANNYA
oleh Hasyuda Abadi
DANIEL
masih senyap dalam dingin pagi itu, dengan pandangan yang tertuju masih
pada sesuatu yang jauh. Pandangan yang mengingatkan tentang sosok di
pedalaman, di hutan rimba, ketika haiwan-haiwan masih meraja. Didengar
suatu khabar tentang dirinya, khabar angin yang masih remaja.
Daniel
memang belum pernah bertemu dengannya, perempuan dengan imbas wajah
Anastasia. Tetapi seribu angan yang jatuh menarikan tarian serangga,
tarian rumput-rumput, merambati subur tanah-tanah kosong di mana sebuah
padang terbentang. Daniel akan menarikan setari tarinya, segerak geraknya,
sebebas bebasnya, tentang hampa. Di mana kosong yang datang merunduk
tunduk dengan lompatan kijang. Daniel akan menanti seseorang yang telah
berjanji dengan tidak sengaja akan datang membawakan dirinya,
membawakannya kenangan, membawakan ingatan tentang seorang perempuan yang
dulu sangat diharapkan menjadi ibu dari calon anaknya : Anastasia. [Teks
Penuh]
|